Home / Aqidah / Tanya Jawab Iman dan Kufur: Apakah Syahadat Batal Jika Terjerumus dalam Syirik Besar?

Tanya Jawab Iman dan Kufur: Apakah Syahadat Batal Jika Terjerumus dalam Syirik Besar?

Pertanyaan yang sering muncul di tengah kaum muslimin adalah apakah seseorang yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat masih dianggap beriman jika dia melakukan syirik besar. Misalnya, bersujud kepada berhala, berdoa kepada selain Allah, atau meyakini adanya sekutu bagi-Nya. Para ulama menjelaskan bahwa syahadat menjadi batal apabila seseorang mengerjakan pembatal-pembatal keislaman, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Ar-Rajihi.

Pertanyaan tentang Iman dan Kufur

Apabila seseorang mengerjakan ritual kesyirikan (syirik besar) akan tetapi dia telah mengucapkan dua kalimat syahadat, apakah masih tetap ada pokok keimanannya di dalam hatinya?

Jawaban Ulama tentang Syahadat dan Syirik

Apabila seseorang mengerjakan pembatal dari pembatal-pembatal keislaman maka persaksiannya (dua kalimat syahadat) telah batal, andaikata ada seorang berkata: aku bersaksi Laa ilaha illallah dan Muhammad adalah utusan-Nya, kemudian dia malah menyembah berhala maka batal persaksiannya dan rusak, hal ini seperti orang yang berwudhu, memperbaiki wudhunya, atau bersuci dan memperindah thaharahnya kemudian keluar darinya air kecil atau buang air besar atau buang angin, maka thaharahnya telah batal.

Maka begitu juga apabila dia telah mengatakan La Ilaha illallah kemudian sujud untuk berhala, berdoa kepada selain Allah, atau berkata sesungguhnya ada seseorang yang bisa memberikan manfaat dan mudharat bersama Allah, atau meyakini bahwasanya Allah memiliki istri dan anak, atau mengingkari haramnya minuman keras dan perzinahan, maka sungguh telah batal persaksiannya.

Kesimpulan

Syahadat tidak sah jika disertai dengan perbuatan syirik besar. Meskipun seseorang telah mengucapkan dua kalimat syahadat, keimanannya batal apabila dia menyekutukan Allah, baik dengan ibadah, doa, keyakinan, maupun pengingkaran terhadap hukum Allah. Hal ini sebagaimana dijelaskan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Ar-Rajihi, yang mengumpamakan syahadat yang dibatalkan syirik besar seperti wudhu yang batal karena hadats.

Tanya Jawab lainnya:

Tanya Jawab Seputar Iman dan Kufur: Penyebab Kufur Akbar dan Kemurtadan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *