Pembahasan kali ini seputar perbedaan antara ibadahnya ahli islam, iman, hidayah, tauhid, ikhlas, ilmu, syari’at, orang-orang yang mengikuti para Nabi dan Rasul — dengan ibadahnya ahli syirik, munafik, bodoh, sesat, bid’ah, dari orang-orang musyrikin, dan orang yang menyerupai mereka dari pelaku bid’ah pada pemeluk agama-agama yang ada.
Ibadahnya orang muslim itu dibangun di atas dua pondasi:
Yang Pertama – Beribadah hanya kepada Allah semata
Mereka sungguh tidak akan beribadah kecuali hanya kepada Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Yang Kedua – Beribadah kepada Allah dengan apa yang diperintahkan dan disyari’atkan
Mereka sungguh beribadah kepada Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى dengan apa yang Allah perintahkan dan syari’atkan untuk mereka dari seluruh amalan yang telah disampaikan oleh para Rasul dariNya.
Maka mereka (ahli islam) hanya menyembah Allah, tidak menyekutukan sesuatu apapun bersama-Nya, bertakwa kepada-Nya, dan taat kepada para Rasul-Nya. Ini semua sebagaimana yang telah diajarkan oleh Nabi mereka.
Nabi Nuh عليه السلام, Allah ta’ala berfirman tentangnya:
اِنَّآ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖٓ اَنْ اَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ (١) قَالَ يٰقَوْمِ اِنِّيْ لَكُمْ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۙ (٢) اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاتَّقُوْهُ وَاَطِيْعُوْنِۙ (٣)
Artinya: “Sesungguhnya kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya adzab yang pedih”. Dia Nuh berkata: wahai kaumku! sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kalian, sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya, dan taatlah kepadaku”. (Nuh : 1-3)
Begitu pula Allah sebutkan tentang Hud, Shalih, dan Syu’aib عليهم السلام bahwasannya mereka berkata kepada kaumnya:
ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۖ
Artinya: “Sembahlah Allah! Sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia”. (Hud : 50)
Dan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berkata tentang Isa Al-Masih:
يَٰبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمۡۖ إِنَّهُۥ مَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٖ
Artinya: “Wahai Bani Israil sembahlah Allah, Tuhanku dan tuhanmu, sesungguhnya barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh Allah haramkan surga baginya, dan tempatnya adalah neraka, dan sungguh tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang yang dzalim”. (Al-Maidah : 72)
Dan Isa juga berkata:
وَاِنَّ اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْهُۗ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ
Artinya: “Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan tuhanmu, maka sembahlah Dia! Inilah jalan yang lurus”. (Maryam : 36)
Dan seluruh Rasul berkata kepada kaumnya:
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Artinya: “Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan taatlah kepadaku!”. (Asy-Syu’ara : 108)
“Taatlah kepadaku!” adalah taat kepada utusannya Allah Ta’ala di dalam semua perkara yang mereka (para Rasul) perintahkan dan larang.










2 Komentar
Baarakallahu fiikum
Wa fiikum baarakallaah